Cina Membangun Pulau Baru di Perairan Sengketa

Thursday, February 19, 2015


China Membangun Pulau Baru di Perairan Sengketa


ArtikeList.com - China Membangun Pulau Baru di Perairan Sengketa

Seperti yang dilaporkan oleh CNN Hongkong, Cina saat ini tengah membangun pulau di perairan sengketa Kepulauan Spratly yang diapit oleh banyak wilayah negara seperti misalnya Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Cina sendiri.

China Membangun Pulau Baru di Perairan Sengketa

Analisa terbaru dari gambar yang ditangkap oleh satelit pada bulan Januari lalu, memperlihatkan bahwa Cina sedang membangun pulau baru pada titik perairan sengketa tersebut untuk meng-klaim wilayah perairan yang dikuasai negara Cina.

Pada tanggal 30 Maret 2014 seperti tampak pada gambar, Cina telah membangun pulau kecil untuk dijadikan salah satu titik yang menjelaskan batasan wilayah yang dikuasai dan seperti halnya juga tampak pada gambar ke dua yang ditangkap satelit IHS Pertahanan Jane pada tanggal 7 Agustus 2014.

Dan sekarang, Cina kembali membangun titik yang ke tiga seperti yang tampak pada gambar yang ditangkap oleh satelit pada tanggal 30 Januari 2015. Pulau-pulau tersebut mulai dilengkapi dengan tempat landasan helikopter, landasan pesawat darurat, pelabuhan, dan fasilitas bagi pasukan dalam jumlah yang besar.

Titik-titik pulau tersebut dihubungkan sebagai pembatas dari wilayah kekuasaan Cina yang sudah direncanakan dengan baik untuk mengamankan wilayah perairan mereka di kepulauan Spratly.

Pada bulan November yang lalu, Cina membangun landasan darurat untuk pesawat terbang dengan panjang kira-kira 3000 meter di Karang Yongshu. Laut Cina Selatan menjadi sasaran dari sejumlah persengketaan wilayah yang seringkali terjadi klaim-klaim dari pihak negara yang memiliki wilayah kekuasaan di perairan tersebut.

Negara-negara yang bersengketa atas wilayah perairan itu meliputi Cina, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan. Negara-negara tersebut seringkali terlibat perselisihan tentang kedaulatan dari gugusan beberapa pulau dan perairan terdekatnya.

Wilayah perairan tersebut begitu dipersengketakan dengan alasan lokasi perairan tersebut merupakan lokasi yang paling kaya dengan sumber alam baik itu di sektor perikanan maupun lainnya.

Dari gambar terbaru yang ditangkap oleh satelit, dapat kita lihat klaim pertama Cina pada daerah yang disebut Karang Dongmen, sebuah fasilitas besar tengah dibangun di atas area seluas 75.000 meter persegi pada wilayah klaim tersebut. Selain dari itu, tahap signifikan juga tengah dilaksanakan di Karang Chigua dan Karang Gaven.

Bangunan yang terlihat pada Karang Dongmen dan Karang Gaven memiliki jenis bangunan yang hampir sama, dan bangunan utama yang jelas sekali terlihat ialah menara anti pesawat terbang pada sudut pulau ataupun kubah radar pada sudut pulau lainnya.

Tindakan tersebut memberi kesan bahwa Cina sendiri telah menstandarisasi struktur pembangunan dari fasilitas-fasilitas tersebut dan sedang menggencarkannya ke seluruh pulau barunya. Dikatakan juga, Taiwan, Vietnam, dan Filipina juga melakukan klaim pada kepulauan yang dipersengketakan dengan cara memodifikasi pulau yang ada namun bukan dengan cara menguruk pulau dalam jumlah jangkauan yang besar.

Proses reklamasi atau pengurukan yang dilakukan Cina akan memperlambat langkah Cina untuk meng-klaim wilayah perairannya di bawah struktur hukum internasional tentang hukum laut, karena ini harus didasarkan pada segi alamiah yang terjadi.

Namun juga dikatakan bahwa, kalau Cina sendiri sudah turun ke lokasi dan dipersenjatai dengan sangat lengkap, maka itu sudah dekat sekali dengan kata "tidak mungkin" bagi siapa saja untuk menantang atau mengusir Cina dari wilayah sengketa tersebut.

Jadi disini jelas sekali satu-satunya hal yang masih bisa membuat hal ini diperbincangkan secara baik-baik ialah melalui hukum internasional. Dimintai tanggapannya, Departemen pertahanan Republik Rakyat Cina tidak mau buru-buru untuk menjawab.

=
Share on :