Brazil Hadapi Ancaman Krisis Persediaan Air

Tuesday, February 17, 2015


Brazil Hadapi Ancaman Krisis Persediaan Air



ArtikeList.com - Brazil Hadapi Ancaman Krisis Persediaan Air

Dilalui oleh sungai Amazon, dan beberapa sungai besar lainnya, Brazil menjadi salah satu surganya persediaan air terbesar di dunia, begitu kayanya dengan persediaan air sehingga negara ini disebut negara Arab Saudi-nya air.

Namun hal tersebut bertolak belakangan dengan apa yang terjadi saat ini di kota terbesar dengan populasi penduduk terbanyak di negara tersebut, Sao Paulo.

Terungkap bahwa air yang pada biasanya mengalir ke rumah melalui keran air yang terpasang dari perusahaan air lokal ke rumah-rumah penduduk di kota besar Sao Paulo mulai tidak mengalir.

Brazil Hadapi Ancaman Krisis Persediaan Air

Banyak area tertentu dari kota tersebut yang telah mengalami hambatan aliran air ke rumah secara sporadis, dan terkadang seharian tidak ada setetes pun air yang mengalir ke keran rumah mereka.

Penebangan hutan, sungai yang berpolusi, beserta peningkatan populasi penduduk yang terjadi belakangan ini di Brazil menjadi salah satu pemicu utama terjadinya bencana kekeringan ini.

Para petugas yang berwajib pada lembaga pemanfaatan air Sao Paulo mengatakan bahwa, mungkin diperlukan pemadaman aliran air lebih sering dengan misalnya air bersih hanya disediakan selama dua hari dalam seminggu.

Namun dibalik pintu yang tertutup di lokasi pemanfaatan sumber air tersebut, kenyataan berkata lebih buruk daripada yang terdengar.

Pada sebuah pertemuan wawancara oleh wartawan New York Times memperlihatkan sebuah video yang direkam secara rahasia dan disebarkan oleh media pers lokal.

Paulo Massato selaku petugas senior di Lembaga Pemanfaatan Air Kota Sao Paulo mengatakan, para penduduk mungkin harus diperingatkan untuk menghindari krisis air ini, persediaan air bersih tidaklah cukup, tidak ada air untuk mandi, mencuci, bahkan untuk keperluan rumah lainnya.

Pemerintah menjanjikan solusi yang berambisi untuk menangani masalah krisis air ini secepatnya, seperti misalnya menyediakan waduk atau tempat penampungan air bersih yang baru agar dapat memanfaatkan lebih banyak air lagi untuk dialirkan untuk digunakan penduduk.

Namun jangkauan atas solusi yang mereka tawarkan tersebut terlalu jauh untuk menyelesaikan masalah dan ketakutan akan 20 juta penduduk yang berada pada kota tersebut dengan perkiraan tentang sistem perairan penduduk yang akan mengering pada tahun 2015.

Para penduduk di kota tersebut hanya meninggalkan pertanyaan tentang kapan air di kota tersebut akan benar-benar kering seluruhnya.

Pada saat ini, sekolah sudah melarang murid-murid sekolah menggunakan air untuk menyikat gigi, sarapan semua digantikan dengan sandwich yang bisa dibungkus, karena apabila menggunakan piring dengan sarapan cereal semacamnya akan membutuhkan lebih banyak air lagi untuk misalnya mematangkan air untuk membuat susu dan dituangkan ke cereal tersebut atau bahkan mencuci piring yang sudah digunakan untuk sarapan tersebut.

Penebangan hutan yang terjadi pada hutan Amazon merupakan salah satu faktor terbesar yang membuat krisis kekeringan ini menghantui penduduk Sao Paulo. Bagaimana tidak, saat hutan ditebang tentu saja ini akan mengurangi tingkat kelembaban udara yang menyebabkan tidak akan ada hujan yang terjadi.

Selain kota Sao Paulo, krisis persediaan air juga melanda dua kota kecil lainnya di negara Brazil seperti Rio de Janeiro dan Minas Gerais, kedua kota ini membatalkan acara festival karnival yang hendak mereka adakan karena pada biasanya membutuhkan banyak air untuk membersihkan sampah dan kotoran pada lokasi setelah acara festival tersebut selesai diadakan.

Selain kekeringan, ini juga menjadi salah satu faktor yang sangat berperan besar atas memburuknya pemanasan global. Kita hidup di satu bumi yang sama, tentunya penebangan hutan di Amazon dan dampak buruk yang mereka alami saat ini belum tentu tidak akan kita rasakan, karena apabila hal seperti ini terus terjadi maka kita tidak akan memiliki tempat yang baik lagi bagi anak cucu kita manusia dan makhluk hidup lainnya.

Siapapun anda, di negara manapun anda tinggal dan bekerja, tetaplah berkontribusi untuk bumi kita yang tercinta ini agar kita dan anak cucu kita bisa tetap tinggal di planet dan lingkungan yang baik.

Buanglah sampah pada tempatnya yang disediakan, apabila tidak disediakan, simpan dulu sampai anda menemukan tong sampah. Jangan menebang hutan demi kepentingan kantong anda, atau sediakan pengganti dari pohon yang akan anda tebang sebelumnya. Kurangi penggunaan plastik.

#savetheearth
Share on :