
Setelah saling bertukar tembakan, militer Korea Selatan saat ini berada pada siaga tingkat tinggi menghadapi Korea Utara.
Ketegangan antara kedua negara ini kembali memuncak setelah pihak militer Korea Utara menembakkan rentetan peluru ke unit militer Korea Selatan yang kemudian dibalas kembali oleh pihak militer Korea Selatan.
Korea Utara pada sebelumnya telah memperingatkan kepada Korsel agar tidak menyiarkan propaganda anti-Korut lewat pengeras suara yang terdengar melewati batas wilayah kedua negara ini. Namun mungkin hal tersebut tidak diindahkan oleh pihak Korsel yang kemudian memicu serangan peluru dari pihak Korut ke arah pengeras suara tersebut.
Propaganda tersebut diketahui sudah lebih dari satu dekade lebih tidak disuarakan semenjak insiden ranjau darat yang memakan dua korban tentara dari pihak Korsel. Dan ini yang pertama kalinya propaganda tersebut kembali disiarkan.
Propaganda tersebut merupakan aksi dari pihak Korsel yang menyalahkan Korut atas insiden ledakan ranjau darat yang memakan korban 2 orang militer Korsel tersebut. Tapi Korut menyangkal bahwa merekalah yang harus disalahkan atas insiden tersebut.
Pihak Korut lantas menyerang unit militer Korsel dan meminta agar penyiaran propaganda sepanjang garis batas wilayah antara kedua negara ini harus berakhir dalam 2 x 24 jam, atau penyerangan lebih lanjut akan digencarkan kembali seperti yang diinformasikan oleh Menteri Pertahanan Korsel.
Pada serangan tersebut, pihak Korsel telah mengevakuasi warganya yang bertempat tinggal di Yeoncheon karena berdekatan pada daerah konflik tersebut. Sekitar 80 warga telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat penampungan.

