
Pemerintah Korea Utara menyatakan ancaman akan menginvasi Amerika Serikat apabila latihan gabungan antara Amerika Serikat dengan Korsel tidak segera dihentikan.
Korea Utara secara serius mengisukan ancaman nuklir terhadap pihak Amerika Serikat yang saat ini tengah mengadakan latihan bersama di pangkalan militer Korea Selatan guna memperkuat pertahanan daerah dan menjaga stabilitas keamanan daerah semenanjung Korsel tersebut.

Bukan hanya itu, Korut menyatakan lewat juru bicara mereka, bahwa mereka juga akan menggunakan senjata keluaran terbarunya yang saat ini tidak diketahui oleh dunia.
Korut memperingatkan, saat ini mereka bukanlah lagi negara yang tertinggal seperti dahulu yang mana menghalau nuklir dengan menggunakan senapan. Korea Utara saat ini sudah dilengkapi oleh teknologi perang terkini baik dari sisi pertahanan maupun menyerang.
Ulchi Freedom Guardian, begitulah operasi latihan militer gabungan tersebut dinamakan. Pihak Korut mengecam apabila semakin latihan tersebut digencarkan maka tindakan pencegahan dari kami juga akan semakin dilancarkan.
ArtikeList: Militer Korea Selatan Siaga Tinggi Hadapi Korea Ut... http://t.co/ewLKyf2Tnc
— Artikelist.com (@ArtikeList) August 20, 2015
Pihak Korut juga mengancam bahwa mereka sudah siap untuk melancarkan serangan ke Washington tanah Amerika Serikat. Namun hal tersebut dianggap remeh oleh oknum purnawirawan Amerika yakni Letnan Jendral Mark Hertling.Ia mengatakan bahwa pihak Korut hanya menginginkan perhatian dunia, dengan keseluruhan masalah yang sedang dihadapi pemerintah Amerika saat ini seperti Al-Qaeda di semenanjung Arab, ISIS, Rusia, dan Ukraina, Mark Hertling mengatakan pemimpin Korut Kim Jong Un hanya ingin memastikan dirinya juga mendapatkan perhatian dunia.

